klasik

Kamis, 09 Mei 2013

sapaku tak mati untukmu ......

candaku perih saat duri itu menancap dia ke dalam pori tak beralas..
hati apa yang ku cintai?









entalah ku tak tau,aku disini merenung  rindu cari arti  yang   pasti namun satu ku tak tau,sapaku tak mati    untukmu.............


Minggu, 05 Mei 2013

"wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji itu"  penuhi janji kepada Allah dan manusia

penuhi janji, atau jangan berjanji  bila sudah tak mampu penuhi, jangan menambah janji hanya akan mengiris luka lagi

benar-benar pada janji terdapat asa bagi yang terjanji  dan asa akan berubah jadi luka bila belum tertunai

dan bila syahadat adalah janji setia pada Allah Tuhan Semesta  maka pernikahan adalah janji setia pada istri sang buah mata

untuk lelaki menunaikan janji bukan prestasi  namun sebuah kewajiban yang harus dipenuhi

karena setiap janji yang tak tertunai adalah aib  yang menjadi rekam jejak atas tanggung jawab

maka lelaki yang sejati  tak pandai umbar janji  karena setiap janji bernilai  pertanda harga diri

lelaki dilihat dari kata-katanya  bila sudah berdusta  tiada apa yang bisa dipercaya
"'Aku Terlahir dalam sebuah keluarga sederhana.. dibesarkan dengan sederhana, diajarkan kesederhanaan, hidup sederhana dan semuanya sederhana-sederhana saja. begitupun cintaku kuberikan sederhana , apalagi maafku sederhana untukmu , tak perlu kaya ataupun mahal apalgi rumit karna aku percaya dalam kesedrhanaan selalu ada kebhagiaan yg luar biasa serta ketulusan yang takkan perna mati.. karna kekayaan sesungguhnya ada di dalam itu semua .. jika engkau sahabt menyakiti aku sahbat selalu siap memaafkanmu .

Sabtu, 20 April 2013

jangan katakan "percuma hijab kelakuan jahat" | tapi berhijablah dan berlakulah baik agar engkau jadi contoh

jangan bilang "percuma shalat masih maksiat" | tapi shalatlah dan taatlah agar engkau jadi teladan

daripada menunjuk-nunjuk dengan tanganmu | lebih baik tunjukkan kebaikan lewat dirimu

pintar mencari kesalahan orang | tak membuatmu otomatis benar

banyak yang berbuat salah | tidak berarti engkau harus ikut-ikutan

"mendingan pacaran tapi hijab, atau hijab tapi pacaran" | syaitan memang pintar berlindung dari kata "mendingan"

tidak ada kata "mendingan" dalam dua kemaksiatan | yang boleh kata "mendingan" dalam dua ketaatan

yang baik dari sesama tentu jadikan contoh | yang jelek dari saudara jangan jadikan penghalang

ketaatan nggak perlu alasan | maksiat nggak perlu legitimasi | toh Allah menghitung amal kita sendiri-sendiri

Senin, 15 April 2013

Minggu




Aku menunggu kian terteggun tak meragu
Sabtu bicara, 
"Ku pikir akulah yang terindah pada hari..
Tidak Sabtuku, 
penghujung waktu sepekan masih minggu yang kunanti
Derai derapan berdering mendetakkan waktu demi waktu
Ada siapa saja dibalik pagi, siang, ataukah malam??
Entahlah.. sekiranya cawan tertanam dalam beningnya suci membaca hati
Air mata kasih menetes pada 
gambaran embun tuk 
membasu jiwa-jiwa yang membara
Gemericik aliran lembut 
hempaskan bebatuan berlumut tipis
Dan seribu pipit bersiul merdu 
bak seruling lagukan nyanyian alam
Lalu ciptaan Tuhan yang mulia 
bergembira serukan kebesaran cinta
Oh Tuhanku..  
betapa mulianya semua ini,
semua itu dan segalanya
Terimalah syukur dan pji-pujianku 
yang kan mengarung jauh 
Kelak syairku menjadi doa 
dalam bisikan-bisikan gerimis

Kubuka Sejarah Lama



Seperti mimpi  terang
Pagi itu datang tanpa mengintip
Risau memisahkan rasa 
dari rasa yang terbila pisau
Bagaimana mungkin 
aku menangis menjerit dalam seduh
Saat semua kata selalu sama saja 
aku kembali pada waktu yang pergi 
Memutar memori buka sejarah lama 
Di sana terukir kisah seribu nyawa
Darah mengalir bak
 sungai bergulir bebas lelap
Kumainkan intonasi 
bersemangat dalam kesedihan 
Darimana datangnya sang penguasa itu 
Menjajah tanpa jiwa, 
hanya raga semakin kekar
Aku benci membaca surat-surat kusam
Aku tak suka janji-janji palsu 
Lihatlah pahlawanku, 
berikan nyawa seutuh hati
Meninggalkan perjuangan dan pergi tanpa pamri
Duniaku lama sudah terjajah, 
terperangkap dalam belitar berduri
Aku terniang mendayung terbawa arus cerita
Sungguh luar biasa bangsaku pahlawanku.* 

Sabtu




Bagaimana dengan Sabtu?
Ada hati yang trus bertanya, Kapan ...?
Kapan aku bisa memiliki Sabtu yang indah..?
Kappa aku bisa merasakan Sabtu pada Senin..?

Bingung tak perlu kuhadirkan pada Sabtu
Semua tentang Sabtu aku tahu banyak yang rindu
Lama sekali adikku manis
Penghujung waktu selain minggu

Adakah cinta yang memerah pada Sabtu?
Ketika memikirkannya aku ingin mematuhinya
Tidak! kata sang malaikat ternama
Sabtu manjakan aku tuk menikmati kepergian lelah

Dari satu hingga enam aku tak ingat selain Sabtu
Dalam coretan setiap abadi aku ingin sabtu hadir
Dari timur hingga barat aku hanya ingat sabtu

Sabtu buat aku pulang saudaraku...
Sabtu buat aku berkumpul bersama keluarga
Sabtu buat aku tinggalkan tempat bertugas sepekan
Terima kasih Sabtuku...



Tak Setatap




Semusim bersemi 
menyemir langit-langit kusam 
Kembali membiru sempurna 
menanti hadirnya purnama 
Sampai jauh kesana 
aku masih ingat sahabat
Jangan ragu ataupun malu 
merayu ombak tuk dayungkan semua masa

Tanganku melambai memanggil semua mata 
Ingin hati menatap ratapan-ratapan seduh ini
Tapi mentari pagi coba pulihkan 
senyumku tuk kembali  memoles lembut 
Pikirmu apa kekasih?

Jangan sekadar engkau tau 
betapa bersedihnya aku
Tanganmu berkeriput 
kian menepuk eratan yang terasa trus mengering
Menahan peri saat merampas  
semak-semak berduri 
Mungkin kakanda tak mengerti 
fikirku tertuju pada siapa di padang menghijau

Dengarlah Duhai pangeran Kasih...
Itu sebuah kisah bukan 
klasik demikianpun sejarah
Itu nyata saat kau berbalik menelaah 
Dia tak setatap dengan 
kedua mata indahmu yang berkaca

Biar ku katakan padamu sang raja 
Sesungguhnya ia setatap 
dengan kedua tumpuanmu 
yang bersepatu
Merunduklah 
bak padi menguning dari tangannya 
Lihat betapa perkasanya 
ia berusaha mencuil nasib 
demi segenggam masa depan

Bukan hanya atau sekedar untuknya seorang
Melainkan aku, dirimu, 
dirinya bahkan mereka yang entah darimana
Berilah senyummu 
meski sepetik deringan gitar bermelodi
Doamu berirama satu nada
PECINTA DUNIA

Mereka berada di dunia mereka sendiri
Tangan menggenggam, kepanikan
Lengah dari kerumunan sekitarnya
Pecinta Dunia mungkin terisolasi

Mereka berada di dunia mereka sendiri
Boros tertawa dan ceria
Dalam perusahaan mencintai satu sama lain
Dunia mereka mungkin telah terisi kesenangan

Mereka berada di dunia mereka sendiri
Menuangkan hujan atau terik bersinar
Sepertinya tidak pernah menjadi semacam pengganggu
Mereka mungkin terikat kebahagiaan dunia

Mereka berada di dunia mereka sendiri
Jarang ditemukan di rumah mereka sendiri
Tampaknya telah mendirikan rumah  sendiri
Mereka mungkin keluar dari dunia ini sangat

Tak Setetap



Semusim bersemi 
menyemir langit-langit kusam
 
Kembali membiru sempurna
 
menanti hadirnya purnama
 
Sampai jauh kesana
 
aku masih ingat sahabat

Jangan ragu ataupun malu
 
merayu ombak tuk dayungkan semua masa


Tanganku melambai memanggil semua mata
 
Ingin hati menatap ratapan-ratapan seduh ini

Tapi mentari pagi coba pulihkan
 
senyumku tuk kembali  memoles lembut
 
Pikirmu apa kekasih?


Jangan sekadar engkau tau
 
betapa bersedihnya aku

Tanganmu berkeriput
 
kian menepuk eratan yang terasa trus mengering

Menahan peri saat merampas  

semak-semak berduri
 
Mungkin kakanda tak mengerti
 
fikirku tertuju pada siapa di padang menghijau


Dengarlah Duhai pangeran Kasih...

Itu sebuah kisah bukan
 
klasik demikianpun sejarah

Itu nyata saat kau berbalik menelaah
 
Dia tak setatap dengan
 
kedua mata indahmu yang berkaca


Biar ku katakan padamu sang raja
 
Sesungguhnya ia setatap
 
dengan kedua tumpuanmu
 
yang bersepatu

Merunduklah
 
bak padi menguning dari tangannya
 
Lihat betapa perkasanya
 
ia berusaha mencuil nasib
 
demi segenggam masa depan


Bukan hanya atau sekedar untuknya seorang

Melainkan aku, dirimu,
 
dirinya bahkan mereka yang entah darimana

Berilah senyummu
 
meski sepetik deringan gitar bermelodi

Doamu berirama satu nada
 
merangkai dalam melodi cinta
 

Jumat, 12 April 2013

PECINTA DUNIA


Mereka berada di dunia mereka sendiri
Tangan menggenggam, kepanikan
Lengah dari kerumunan sekitarnya
Pecinta Dunia mungkin terisolasi

Mereka berada di dunia mereka sendiri
Boros tertawa dan ceria
Dalam perusahaan mencintai satu sama lain
Dunia mereka mungkin telah terisi kesenangan

Mereka berada di dunia mereka sendiri
Menuangkan hujan atau terik bersinar
Sepertinya tidak pernah menjadi semacam pengganggu
Mereka mungkin terikat kebahagiaan dunia

Mereka berada di dunia mereka sendiri
Jarang ditemukan di rumah mereka sendiri
Tampaknya telah mendirikan rumah  sendiri
Mereka mungkin keluar dari dunia ini sangat

Detik Terujung



Mata
ku redup benar pagi ini
Menanti mentari takjua muncul
Bukan sebagai penghangat tubuh dingin
Namun sebagi penerang jalanku
Menuju cahayaMu

Apakah umur bisa menentu
Apakah usia bisa tersisa
Dikala ujung kembali tersambung
Memutar ulang kisah lama

Semua sama samar
Semua sama hingar
Dibatas terujung tanpa detak
Di batas terujung aku tersesat
Kembali pada kisah
Di mana semua salah

Ah.
Apakah detik itu tak juga berujung
Berputar dari sisi ke sini
Membawa bunyi segaris miris
Menati ucapan maaf disela gerimis




Kepada Seorang Ayah yang berbahagia,

Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu

Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang tuamu.

Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu 
Maaf saya tidak dapat menemukan judul yang tepat
untuk untaian kalimat yang hendak saya tulis
   hari-hariku dipenuhi oleh suara-suara tak bergetar seperti kemarin ....
getaran itu semakin lama semakin sayup... perlahan
getaran itu melemah dan berhenti
seperti denyut nadi anak-anak ingusan
tak terdengar mereka oleh gesekan angin

Jika demokrasi adalah judul terindah bagi suatu bangsa
maka bangsaku hendak menggunakannya pula
mereka mengorbankan jiwa dengan sukarela atau dengan pesan
mereka sama-sama berdarah dan bahkan hilang oleh dahaga tanah
aliran sari-sari makanan kebebasan tak pernah sampai
tersebar ke seluruh tubuh
berhenti mereka di antara lembaran-lembaran kertas berstempel

Maaf jika hidupku adalah demokrasi
nampaknya ia tak punya judul lagi
kadang saya merasa sangat berharga dan ingin hidup
seperti jiwa Chairil Anwar
namun kadang saya menemukan ketidakbernilaian
yang mendorongku untuk mengakhiri hidup
the object of my affection telah mati
bersama judul tulisan-tulisan tentang demokrasi yang semakin kabur

   Aku dan Tulisanku

Adakah orang akan bertanya akan aku ketika aku
tak pernah menulis satu kata?
Adakah orang akan mencari namaku ketika aku
tak pernah meninggalkan kesan?
tulisanku adalah diriku, diriku mustahil adalah tulisanku
jari-jariku bekerja dengan otakku
tapi tidak dengan diriku
diriku adalah kumpulan prilaku potensi dosa
diriku adalah susunan tulang daging darah
yang mungkin telah menyerap barang haram
diriku bukan milikku, lingkunganku telah mengklaimnya
Adakah orang pernah menerima aku berbeda dengan tulisanku?
Berjayalah kalimat-kalimat yang kutulis
sebab mereka mendapat teman dan musuh yang menghormati
ingin aku memasukkan diriku ke dalam tulisanku
harap aku bisa mendapat sapaan hormat yang sama
Tulisanku adalah produksi otakku yang bersahaja
tak dapat bercengkrama dengan prilakuku yang
diproduksi oleh niatku yang subjektif
tulisanku memberi tahu tentang aku ke dunia
sementara aku tak pernah berbuat yang sama
kepada tulisanku....

Rabu, 10 April 2013

hujan sewajarnya sebabkan basah, namun setelahnya ia menumbuhkan  kritik terkadang terasa perih, namun ia bisa mendewasakan

bila menantang matahari mata tentunya silau  bila manfaatkan cahayanya kita dapatkan kilau

bila berpikir kebelakang hari, bukan bahagia yang membentuk diri  namun kesusahan hidup yang dialami, dan semua kesulitan yang dilewati

sebagaimana jalan para Nabi, perih dan duri senantiasa menanti  dan jangan pula terlupa, ada pahala disetiap derita

pujian bagai batu yang diinjak, dan celaan layaknya pecut penyemangat   jadilah insan yang bijak, yang hadapi ujian dengan taat

bukan apa kata orang yang harusnya dirisaukan  melainkan kata Allah yang harus kau perhatikan

biar yang lain bicara kita cukup berkarya
orang boleh mencela kita bisa berdoa

Senin, 08 April 2013

Tentang Sebuah Langit




Catatan cahaya hati : tentang sebuah langit 
 
  ketika bosan tak berkesan aku pergi tinggalkan awan 
  kala penat tak membuat ku nyaman.. aku loncat saja dari awan 
  bila hampa menerpa aku duduk membelakangi awan


  Jika rindu mulai berbisik ......
   Aku hanya akan bisa menyaksikannya dari jauh ...
   Ternyata  langit itu tidak selamanya biru .. ada kalanya 
   berubah menjadi mendung.dan membentuk segumpal awan yang
   kelabu.... entah sampai kapan .. itu berakhir
 



Sabtu, 06 April 2013


"" jika ku mencintai rembulan , jangan kau salahkan aku bintng .. aku berharap jika dua menjadi satu itulah yang ku dapatkan saat mentari tak lagi tersenyum.. bahkan saat udara tak lagi bersuara bersama seduhnya angin kelam.. oh Bumi bgaimana caranya agar ku bisa blajar mnctainya lgi.. tak ingin kejora itu kecewa.. SUNGGUH..
Soneta malu .. _from me l :FEBhYAN